Hidup adalah Sebuah Penantian

It’s so dark in here
No I can`t see alight

Take all the fires on me
It`s all my desire
But you just surrender
Take all the pain in your dreams
(Kekal, Homogenic)

Screen 1st
Sedang di ingatkan kembali…
Ketika ketika tubuhnya makin memucat kekuranga oksigen, ketika tangan dan kakinya mulai mendingin sebab darahnya yg tak sampai, harus menghitung mundur denyut jantung,40..30..20..0….
irama itu akhirnya menjadi sebuah garis lurus..

Adakah tugasnya sudah tiba??
Tiba-tiba irama kembali ke hitungan semula..40..30..20..
Adik kecil..adakah kau hendak berpamit dulu pada ayah bundamu? menunggu kedatangan mereka? Negoisasi macam apa yg kau lakukan dengan izrail??
40..30..20..0… untuk ke empat kalinya, kali ini diantar tangis bundamu. Pergilah dengan tenang…
11 bulan…adakah terlalu cepat??
Screen 2nd
Bleeding di mana-mana…Ventricle tachycardia..overdrive pace maker ratusan kali…cardioverse belasan kali..Cardio pulmonary resuscitation berkali-kali…Sulpha Atropin… Adrenalin…bolus..
Seburuk apapun kondisinya beliau tetaplah seorang istri bagi pria itu..ibu dari anak-anaknya..Maka betapa kelu hati ini, tetap saja pria itu mencoba membimbingnya.. “Ibu, ucapkan Lailahailallah…” bisiknya berkali-kali… yang bahkan ia tak peduli apakah istrinya sadar atau tidak.. yang bahkan ia tak peduli ada selang nafas di mulut istrinya yg menghalanginya berucap.. Namun, pendengaran merupakan indra yg hebat bukan? Pada saat koma pun seseorang masih bisa mendengar…atau bahkan ketika ia meninggal??
Ah, siapa pula yang tahu ruh itu kini berada dimana…
Maka disanalah pria itu..membisikkan kalimat suci berkali-kali.. (bukankah itu harapan terakhir semua orang? Menutup kisah dengan melafalkannya secara sempurna..)
‘Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu semua melarikan diri darinya itu, pasti akan menemui kamu, kemudian kamu semua akan dikembalikan ke Dzat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib serta yang nyata.’ (QS. 62:8).

Screen 3rd

Bayi yang cantik..lihat..betapa lucunya ia..bahkan difoto pun ia seolah bergaya, siapa sangka kisah perjuangannya begitu singkat?? Pada bayi sekecil itu, adakah ajal tetap terasa sangat sakit??
‘Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan (kematian)’. (HR. Tirmidzi)

Screen 4th
Seharusnya, pasangan itu sedang berbahagia bersiap menyambut anak mereka berikutnya..memberi adik bwat menemani kakaknya bermain..namun siapa pula mampu menghitung nasib??
Eklamsi berat? hipertensi kehamilan yg memperparah jantungnya??
Kini disanalah sang kakak, memohon dengan sangat tuk diijinkan memandang Ibunya…
walau sekali saja saat sang Ibu masih bernapas..
walau berbatas jendela kaca..
walau ia tak mampu memegang jemari ibunya, mengelus wajahnya seperti yg biasa beliau lakukan pada putri pertamanya..
Lihatlah si kakak hanya mampu menangis sesenggukan dipelukan ayahanda..
Ya Allah, padahal ia baru SD..Ibu belum mengantarkannya mendaftar SMP favoritnya, menantinya lulus SMA, menghadiri wisuda sarjana…
Paling tidak beliau meninggal dalam jihad mulia seorang ibu..semoga..
‘Cukuplah kematian itu sebagai penasehat’. (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Screen 5th
Hari ini. Sudahkah engkau berjaga disini dari tadi izrail?? Berapa banyak tugasmu kali ini??
Wahai, bagaimana kau tidak ikut merasakan pilu hati seorang Ibu ketika pejuang kecilnya pergi?
Belum sempat kami menghela napas ternyata target tlah kau tentukan lagi
Sibuk kali kau..Siapa kira orang hebat terkawal bodyguard ketat targetmu juga kali ini..
bersama pluralisme yang ia agungkan
dan penolakannya akan lirih doa pengantar kematian
bahkan lebih memilih the beatles untuk didengarkan
Huff..sampai kapan ego dipertahankan?? bilakah ia menjawab identitasnya nanti?? atas nama pluralisme??
Ia pun akan tertelan kawalan izrail.
Suntikan inotrop, SA, adrenalin?? dokter dan ners terbaik??
haahh..hanyalah kesombongan medis bagi orang yang me-Tuhan-kan ikhtiar

Rabb..ampunilah kami..ingatkanlah kami..

Screen 6th..7th…8th.. kita mau giliran keberapa?

Enggan, dan memang sebenarnya memang takut bertanya: Pada saat terakhir seperti ini, apa bedanya beliau, ia, aku, atau kamu??? Seonggok danging tak berdaya…
Sepertinya kita pada state yg sama… sama-sama menungu jemputannya..
Seberapa lama? Bilangan tahun? Bulan? Minggu? Hari? Jam? Menit? Detik?
Mau di mana? Di Rumah sakit? Di Jalan? Di Rumah? Di Gunung???
Mau berakhir seperti apa???

‘Secerdas-cerdasnya manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat’. (HR. Ibnu Majah)

Hidup adalah sebuah penantian, bukan?? Menanti jemputan Izrail…

~sedang mengerjakan mortality report..sighs..~

4 thoughts on “Hidup adalah Sebuah Penantian

    1. Hum..gitu ya Mas Den, aku lebih suka pake istilah ‘menanti’ karena itu menunjukkan kalimat aktif, aktif dan sadar sehingga bersiap-siap.
      Kalau ‘dinanti’ terkesan pasif dan cenderung lupa. Tapi pendapatku berdasar ‘sense’ aja sih..ehehe..mungkin perspektif kita beda.
      (hehe, jd inget obrolan malem pas writing camp flp dulu)

  1. kita semua menanti untuk kembali “pulang” , semoga kita tidak terlena dengan nikmat yang diperoleh sekarang, akan tetapi menjadi bersungguh-sungguh menyiapkan bekal perjalanan “pulang” kelak, agar mendapat tempat yang baik,
    Wallahu’alam bishawab

    sangat mengingatkan sya bu tulisannya

    1. Terimakasih, Pak Wage, salam kenal..
      Tak begitu mampu saya melukiskannya (dan sebenarnya khawatir menyalahi etik) namun serangan code blue dalam 3 hari, hingga harus melaporkan 10 mortality report yang tak terduga, membuat saya berkaca betapa nyawa manusia bisa seperti mainan saja…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s