‘Farhanitrate Prerajulisation’ (Ep.1: Find your passion, Farhan! then tell them!!)

Saya malas bahas Rancho -sudah jenius, setia kawan, baik hati dan tidak sombong, romantis..ganteng pula!! Siapa coba nggak mau jadi dia atau Pia (lohh?? :P)- Jadi nulis insight dari dua temannya yang lebih membumi sajalah.

Oh..oh..klo kata Mr.Virus “this is not a philosophy class!”😀

Farhan

One of the best ways to make yourself happy is to make other people happy; One of the best ways to make other people is to be happy yourself.

Sadar atau tidak, mungkin banyak orang yang hidup berdasarkan ekspektasi orang lain (terutama orang tua).

Farhan salah satunya.

Salah? Nggaklah..nggak maen tuduh-tuduhan motif gitu. Kalau urusannya baik, kenapa enggak??

Masalahnya, nggak semua orang kuat jadi Pahlawan yang dengan ikhlasnya berjuang. Nah,motif perjuangan untuk kebahagiaan orang lain ini justru sering menjatuhkan para hero wanna be. Alih-alih ingin membuat orang bahagia, malah jadi menyiksa. Kenapa? Karena nggak sejalan dengan keinginan diri sendiri.

Perasaan telah berkorban itu kadang corrupt menjadi energy negatif, membuat jiwa merasa bahwa ia telah berjasa, bahwa ia patut dikasihani. Di titik kulminasinya maka ia akan membuncah destruktif, menuntut hak nya. Mungkin dengan menyalahkan pihak yang ia perjuangkan, atau terpuruk dengan kepasifannya. Minimal, kelelahan kehabisan tenaga berusaha untuk tetap pada pikiran (yang menurutnya) positif. Hum..mungkin tidak seburuk itu sih, dan tentu, ini semua tergantung kelihaian bermain pikiran, melihat dari perspektif yang beragam. They say it all depends on your state of mind.

Tapi baiknya: sejalan! Jika bisa disejajarkan, kenapa mesti di pertentangkan??

Belajarlah dari Farhan: jujur!

Sayangnya memang kejujuran –sebagaimana tindakan baik lainnya- penuh risiko, dan hanya dimiliki orang-orang yang pemberani.

Bagaimana tidak? Jika Farhan mengikuti anggapan orang dan ternyata salah jalan, maka kesalahan Farhan menjadi kesalahan kolektif yang cenderung lebih mudah dimaafkan (atau dilupakan).

Namun dengan ia jujur mengutarakan keinginannya, semua risiko jika terjadi kesalahan/kegagalan di depan pasti akan ditumpukan pada dirinya sendiri. Ini bukan masalah interpersonal saja, namun justru yang lebih sulit: intrapersonal. Jujur pada diri sendiri yang tidak hanya berbatas pada omongan.

Farhan bilang, mungkin dengan menjadi fotografer maka ia hanya akan memiliki rumah kecil, mobil kecil, namun ia cukup bahagia dengan itu. Hum..jika memang Farhan menyadari dengan sangat keinginannya, maka saya justru menangkap rumah kecil dan mobil kecil itu gambaran minimal dari hasil pencapaian visinya. Ada gambar yang lebih besar yang tentu belum mampu ia tampilkan ke orang tuanya karena jalan yang ditempuhnya berbeda dari anggapan orang. Sulit dicapai, tapi secara fitrah sebagai manusia ia akan berusaha menghindari kegagalan fatal dan membuktikan bahwa ia berhasil di bidangnya. Kenapa? Ya karena ia bertanggung jawab pada diri sendiri, berusaha membuktikan pada diri sendiri, berjuang melawan dirinya sendiri. Faktor pendongkrak yang cukup besar bukan??

Lagi pula dalam keluarga, kejujuran mengambil peran lebih dari itu. Ada ego dan kebanggaan pribadi yang meluruh. Dan kekakuan komunikasi pun akhirnya mencair. Hasilnya: support system!!

(ugh, ini tulisan asli gara-gara saya selalu butuh ngumpet diam-diam ngapus air mata di adegan pengakuan Farhan…dan jujur kmaren pas lebaran saya cuma nonton pas adegan ini dan interview Raju saja, itu pun numpang lewat pas mo ke dapur hehehe)

♪♫Put all our pride away, always find the gentle word to say, you know we shouldn’t be full of ourselves, Allah has given so much to you and me♪♫

*gambar dari sini

3 thoughts on “‘Farhanitrate Prerajulisation’ (Ep.1: Find your passion, Farhan! then tell them!!)

  1. wah terinspirasi dari 3 Idiots ya mbk? .., nice posting
    Mengikuti passion dalam melakukan sesuatu memang seringkali mendapatkan tantangan dari dalam ataupun luar,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s