zo was het nu eenmal*

Manusia yang merasa kurang mampu mengendalikan perjalanan hidup mereka cenderung menciptakan obat mujarab bagi “nasib” yang tak bisa dihindari, atau “takdir” manusia yang tidak terelakkan. Namun mereka meminum obat mujarab itu hanya untuk menciptakan kekebalan menghadapi kritik atas masa kini atau masa lalu mereka.

Berlindung dibalik nasib dapat membebaskan kita dari tanggung jawab pribadi dan membentengi perilaku tak pantas kita dari kritik, dengan mengambinghitamkan kekuatan-kekuatan luar yang netral seperti keadaan, peruntungan, atau takdir. Dengan kata lain, hal itu memungkinkan kita untuk menyalahkan siapa saja atau apa saja, kecuali kita sendiri.

(Rudy Kousroek)

*) begitulah dulu keadaannya!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s