Gedenkboek*

Setiap rekonstruksi kenyataan sejarah adalah tindak subjektif yang tidak dapat dipisahkan. Setiap masa lalu sebuah bangsa, bagaimanapun, penuh kontradiksi yang tak berkesudahan. Catatan sejarah tiap-tiap masyarakat bangsa mengandung kesantunan manusia dan contoh kebejatan manusia yang menyedihkan. Sejarah hampir selalu berisi kemenangan gemilang dan kekalahan telak, atau pertikaian kotor dan rekonsiliasi basa-basi. Sejarah juga penuh dengan momen-momen yang telah pasti ideologinya, yang berselang-seling dengan hal-hal yang meragukan dan memupus harapan.

“Apakah sesungguhnya kegunaan diskusi publik tentang sensibilitas bangsa yang mendapat dukungan resmi, yang menohok hingar-bingar “agresi militer” pada tahun 1947 dan tahun 1948?”

Demikian pertanyaan wartawan Belanda, Anil Ramdas, pada bulan Januari 1995. Jawaban yang ia berikan sangat sederhana:

“untuk menyadarkan orang Belanda bahwa mereka tidak punya alasan yang masuk akal untuk menganggap dirinya “lebih suci” dibanding orang lain.”

(frances gouda)

Ya, sejarah adalah untuk berkaca dan terus memperbaiki diri…

*buku kenangan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s