Allaahumma yassir walatuassir

Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin dimuka bumi yang berdoa pasti diterima asalkan tidak meminta sesuatu yang buruk (dosa/kemudharatan) atau memutuskan hubungan silaturrahim.” Para sahabat Nabi kemudian berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa.” Rasulullah menjawab, “Allah lebih banyak lagi karunia-Nya.” (HR At Tirmidzi)

Memangnya, sepantas apakah kita bila di bandingkan kekuatan hati seorang Nuh,  yang bahkan ikhlas  atas doa yang tertolak atas keselamatan anaknya sendiri dari bencana (QS Hud [11]: 45-47).  Menurut manusia baik, namun Allah paling tahu yang terbaik bukan?

Tidakkah tertunduk kepala atas kesabaran Zakaria? Senantiasa membumbungkan doa dengan penuh keyakinan hingga tulang lemah dan kepala dipenuhi uban. Maka sesungguhnya mudah bagi Allah dan telah diciptakanNya jawaban bahkan sebelum kita ada. (Q.S Maryam 2-10)

Atau apalah arti rintihan kita dibandingkan doa Musa dan Harun atas nama ummat yang didera kekejaman Fir’aun? Itu pun bahkan baru 40 tahun kemudian terjawab. ( Q.S Yunus 88 dan 89)

Bahkan si Fulan pun terkejut, ketika ia merasa timbangan amalnya ternyata terus bertambah saat Yaumul Hisab. “Ya Allah, balasan apakah yang Engkau berikan kepadaku ini? Semua amalanku ketika di dunia telah Engkau balas dengan sempurna. Aku merasa tidak pernah melakukannya ketika aku hidup di dunia.” Allah menjawab, “Wahai hamba-Ku, inilah balasan dari doa yang engkau mohonkan kepada-Ku yang tidak Aku ijabah (kabulkan) di dunia, karena jika Aku ijabah (kabulkan) hal itu akan membawa kemudharatan kepadamu.” Ya, tiada yang sia-sia, tiada yang kebetulan.

Dan bukankan sepantasnya kita telah paham, Allah hanya ingin melihat seberapa kita bergantung pada Nya. Maka alangkah sayangnya jika jika doa yang tak seberapa lama dan seberapa yakin, tertolak karena keraguan.

Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah bersabda : ” Do’a seseorang daripada kamu pasti akan diperkenankan selama kamu tidak meminta disegerakan pengabulannya dengan mengatakan, ‘Aku senantiasa berdo’a kepada Tuhan, tetapi mengapa masih belum dikabulkan? ‘ “(muttafaq ‘alaih)

Untuk sebuah niat baik, mari permudahlah, jangan dipersulit, nikmati dan ucapkan Bismillah🙂

One thought on “Allaahumma yassir walatuassir

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s