Apa Saja Nilai dan Kebutuhan Dasarmu?

Nilai dan kebutuhan dasar merupakan faktor utama yang mendorong manusia melakukan tindakan. Nilai merupakan sesuatu yang kita yakini merupakan hal penting dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai tersebutlah yang akan mengarahkan prioritas hidup kita, dan akhirnya menjadi parameter yang kita gunakan dalam mengetahui apakah kita sudah hidup dengan baik menurut kita, ataukah belum. Ketika hal yang kita lakukan dan cara kita bertindak sesuai dengan nilai yang kita anut, maka kehidupan akan terasa baik. Kita akan merasa puas/contented. Namun ketika hal tersebut tidak sesuai dengan nilai, maka saat itulah kita merasa ada yang salah. Hal ini dapat menjadi sumber utama ketidakbahagiaan. Hal inilah mengapa mengidentifikasi nilai secara sadar merupakan hal yang penting.

Kebutuhan dasar sendiri merupakan sesuatu yang wajib kita penuhi sebagai seorang manusia, agar kelangsjngan hidup dapat berjalan lancar. Ya wajib, karena kalau tidak dipenuhi maka sebaik apapun kondisi kita menurut orang lain, sebenarnya kita sangat rapuh.  Inilah yang membedakan kebutuhan dengan keinginan. Karena, keinginan dapat ditunda pemenuhannya dan tidak mengakibatkan apa-apa apabila tidak terpenuhi saat itu. Tak jarang kita temukan orang-orang disekitar kita yang tidak paham akan kebutuhannya. Contoh simpel, kebutuhan kasih sayang seorang ayah. Fenomena geng motor yang saat ini cukup meresahkan merupakan salah satu akibat dari fenomena fatherless (kurang terpenuhinya kebutuhan kasih sayang seorang Ayah). Ini merupakan bukti bahwa kebanyakan dari masyarakat kurang paham  dan cenderung mengabaikan bahwa kebutuhan kasih sayang seorang ayang mempunyai efek yang sangat besar. Untuk itulah kita perlu mengetahui kebutuhan dasar kita, diantara banyaknya kebutuhan yang bercampur dengan keinginan kita. Sadari kebutuhan tersebut, dan penuhilah, maka hidup kita akan terasa bahagia dan terpenuhi.

Steven Covey (1992), penulis buku The Seven Habits of Highly Effective People  menyatakan bahwa banyak orang menentukan tujuan dan berusaha selama bertahun-tahun, hanya untuk menemukan bahwa mereka sampai pada tujuan akhir yang sejatinya mereka tidak ingin pergi ke sana. Covey mengatakan “Tidak ada satupun dari mereka, saat menjelang kematian, mengeluhkan bahwa mereka seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu di kantor”.  Dalam bukunya First Things First, Covey (1994) bahkan menyatakan bahwa setiap orang, setiap keluarga (dan setiap organisasi, setiap bangsa, dll) harus memikirkan dengan baik misi hidupnya, yakni seperangkat nilai atau filosofi yang membimbing hidup, dan tentu saja menyadari dan memenuhi kebutuhannya.

Dengan menyadari kebutuhan dasar dan nilai ini, kita pun akan lebih terbantu untuk lebih memahami kehidupan orang lain, dan membantu mereka dalam mengoptimalkan potensi terbaiknya. ‘Being aware of what drives us’ memang sangat penting untuk membantu kita menjalani kehidupan ini dengan baik.

*ps: ini sih jawaban tugas kuliah CB :p

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s